Sila dan Baca Al-Quran!
“Bacalah
!” kalimat tersebut saya kutip dari salah satu firman Allah SWT yang pertama
kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril yaitu surat Al
Alaq ayat pertama yang berbunyi:
ù&tø%$# ÉOó$$Î/ y7În/u Ï%©!$# t,n=y{ ÇÊÈ
“Bacalah dengan
(menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, (Al Alaq: 1)” Kalimat tersebut
mengisyaratkan pada saya betapa pentingnya membaca dalam kehidupan ini. Diawali
dari dunia Pesantren Al-Quran semenjak lulus Madrasah Ibtidaiyah (MI), saya
dituntut untuk dapat membaca Al-Quran secara tartil dengan metode muratal dan
harus dapat menamatkan satu juz Al-Qur’an dalam waktu satu hari. Kegemaran saya
menelaah Al-Qur’an terutama pada bidang tilawah
memotivasi saya untuk terus berlatih membaca Al-Quran secara baik.
Salah
satu hambatan yang sering saya rasakan dalam membaca Al-Qur’an adalah karena
kita tidak bisa menggemari Al-Qur’an yang akan kita baca dan kita tidak rutin
untuk melakukan proses membaca itu sendiri. Saya percaya, membaca Al-Qur’an
bukan soal bakat atau tidak bakat, ada waktu atau tidak adanya waktu, namun
soal bagaimana kita melatih kemampuan membaca Al-Quran untuk menambah
pengetahuan serta mendekatkan diri kita kepada sang pencipta. Banyak sekali paedah
dan manfaat membaca Al-Qur’an bagi kehidupan kita di dunia dan akhirat kelak.
Awalilah membaca Al-Qur’an dengan kita mengemarinya, jangan kita membaca
Al-Qur’an karena terpaksa, karena hal tersebut akan mengakibatkan
ketidaknyamanan jiwa bahkan ketidak seriusan untuk memahami makna bacaan yang
kita baca, yang mengakibatkan tidakakan mendapatkan pemahaman dan pahala dari
apa yang telah kita baca.
Selain membiasakan diri membaca
Al-Qur’an, kita juga perlu tahu dan memahami metode dan teknik membaca Al-Qur’an
yang baik untuk menunjang proses membaca Al-Qur’an yang kita lakukan, seperti
halnya membaca dengan disertai penerapan ilmu tajwid serta dapat memaknai isi
kandungan Al-Qur’an, betapa pentingnya Al Qur’an sebagai petunjuk/pedoman dalam
menjalankan kehidupan ini, karena Allah telah jaminan akan memberikan pahala
bagi hambanya yang membaca dan mengamalkan isi kandungannya, dan baginya tidak
akan tersesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat. Sesuai dengan firman Allah
dalam surah Thoha, "...maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti
petunjuk-Ku, dia tidak akan tersesat dan tidak akan celaka." (QS 20:123).
Sejalan
dengan firman Allah di atas Abu
Umamah, ia berkata : "Saya mendengar Rasulullah Radhiyallahu 'anhu bersabda :
"Bacalah Al Qur'an karena sesungguhnya Al Qur'an itu akan datang di hari
kiamat untuk memberi syafa'at bagi yang membacanya" (HR. Muslim).
Selain memberikan syafa’at bagi yang
membacanya, Al Qur’an juga dapat pula memberikan kesejukan kalbu terlebih bagi
kita yang memiliki banyak masalah dalam kehidupan. Alangkah indahnya bila kita
merutinkan membaca Al-Qur’an dalam kehidupan kita sehari-hari, mulailah membaca
Al Qur’an walaupun hanya satu ayat selepas solat karena dengan amalan yang tak
pernah putus akan menyelamatkan kita pada hari kiamat nanti, karena Al-Qur’an
memberikan ketenangan jiwa umat manusia.
Ada suatu hadits yang menerangkan
bahwa Abu Musa Al Asy'ari Radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah Radhiyallahu
'anhu bersabda: "Perumpamaan orang
mukmin yang membaca Al Qur'an itu bagaikan jeruk limau; harum baunya dan enak
rasanya dan perumpamaan orang mu'min yang tidak membaca Al Qur'an itu bagaikan
buah kurma; tidak ada baunya namun enak rasanya. Dan perumpamaan orang munafik
yang membaca Al Qur'an itu bagaikan buah raihanah; harum baunya tapi pahit rasanya
dan orang munafik yang tidak membaca Al Qur'an itu bagaikan buah hanzhalah;
tidak ada baunya dan pahit rasanya" (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan demikian marilah kita tingkatkan keimanan
dan ketaqwaan kita kepada Allah dengan terus membaca Al-Qur’an serta
mengerti isi dari makna yang terkandung didalamnya, karena dengan membaca Al-Qur’an kita
menjadi tau dan mengerti makna kehidupan kita di dunia dan akhirat, selain itu Al-Qur’an sebagai obat dan petunjuk hidup menuju
ketenangan jiwa.